Penelitian mengenai keanekaragaman jenis amfibi dilakukan pada
tanggal 31 Juli-19 Agustus 2010 di Kawasan Lindung Sungai Lesan Kabupaten
Berau, Provinsi Kalimantan Timur. Pengambilan data dilakukan pada tiga plot
pengamatan yaitu Anak Sungai Lejak, Sungai Lejak dan Sungai Lesan. Metode yang
digunakan adalah Visual Encounter Survey (VES)
pada habitat terestrial dan akuatik. Data yang diambil meliputi jenis amfibi,
jumlah individu tiap jenis, ukuran snout-vent length yaitu panjang tubuh
dari moncong hingga kloaka, jenis kelamin, waktu saat ditemukan,
perilaku dan posisi satwa di
lingkungan habitatnya.
Berdasarkan pengamatan dijumpai 31 jenis amfibi dari 5 famili
yaitu Bufonidae (5 jenis), Megophryidae (4 jenis), Microhylidae (3 jenis),
Ranidae (11 jenis), dan Rhacophoridae (8 jenis). Dari total 217 individu yang
ditemukan yang terdiri dari 31 jenis, famili Ranidae memiliki jumlah individu
terbanyak (75,11%) dan jumlah individu yang paling sedikit ditemukan famili
Microhylidae (1,38%). Indeks keanekaragaman jenis (H’) pada habitat akuatik
(1.77) lebih tinggi dibandingkan dengan H’ terestrial (1,29). Hal ini
dikarenakan jumlah jenis maupun individu yang ditemukan di habitat akuatik
relatif lebih tinggi dari pada habitat terestrial. Nilai kemerataan jenis (E) pada
habitat akuatik (0,86) lebih tinggi dibandingkan dengan (E) terestrial (0,69).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan lindung
Sungai Lesan masih menunjang keberagaman amfibi terutama plot pengamatan sungai
Lejak yang memiliki keanekaragaman yang cukup tinggi. Oleh karena itu kawasan
lindung Sungai Lesan harus mendapat perhatian pengelola kawasan sehingga
perlindungan kawasan sangat penting karena kawasan lindung Sungai Lesan
memiliki jumlah jenis dan tingkat keanekaragaman yang cukup tinggi.